Selamat Bergabung di CPS - Radio, Tuhan Yesus Memberkati. Mari bergabung dalam renungan harian CPS-Radio yang ditayangkan setiap hari Jam : 05.30, Siaran tunda 12.00 & 22.00. Motivasi-motivasi, inspirasi, kesaksian, mujizat, lagu-lagu penuh urapan, ditayangkan secara random, setiap saat selama 24 jam dalam sehari.

Friday, January 4, 2013

MEMANDANG SEGALA SESUATU DENGAN KACA MATA KASIH KARUNIA



Bacaan hari ini : Kejadian 1 – 3.

Ketika TUHAN menciptakan bumi beserta segala isinya, sebelum manusia jatuh kedalam dosa, semua berjalan dengan baik dan saling bersinergi. Karena TUHAN sendiri katakan semua yang IA ciptakan adalah baik. Dalam pandangan ALLAH sendiri (Persepektif Allah) bahwa apa yang telah IA ciptakan, adalah baik. ( Kejadian 1 : 10, 12, 18, 21, 25).

Bahkan diayat 31, setelah ALLAH menjadikan manusia, dan memerintahkannya untuk menakklukkan bumi dan memberi kuasa atas segala binatang dan tumbuhan dibumi, ALLAH sendiri katakan sungguh amat baik. Kata ini memiliki makna, adalah puncak dari segala yang baik yang IA ciptakan. Sempurna dalam pandangan ALLAH.

Dan itu terjadi sebelum manusia jatuh dalam dosa. Saat itu manusia masih bersinergi dengan ALLAH dan seluruh ciptaannya. Namun ketika manusia jatuh kedalam dosa, semua jadi berubah, persepektif manusiapun berubah. Ketika manusia menerima saran Iblis untuk memakan buah yang dilarang ALLAH untuk dimakan, manusia sesungguhnya saat itu mulai mengadopsi cara berpikir IBLIS yang ia tawarkan pada saat itu. yaitu me-nimbang2 dan mempertanyakan kebenaran FIRMAN TUHAN.

Ketika manusia ragu akan kebenaran FIRMAN TUHAN dan menambahkan atau mengurangkan makna yang terkandung didalamnya, dan memutuskan melakukan sesuai dengan apa yang ia pikir benar, saat itulah pelanggaran terjadi. Dan itu disebabkan oleh persepektif / kaca mata yang ia pakai adalah kaca mata Iblis.

Cara kerja Iblis,
Pasal 3:1
Ular itu berkata pada perempuan itu: "Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?

Firman ALLAH:
Pasal 2:16 Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas,

Kata kuncinya, boleh dan jangan. Iblis memulai pertanyaan dengan memutar balikkan perintah. Ia memulai dengan membalikkan kebenaran. Memulai dari apa yang menjadi kebalikan dari apa yang sesungguhnya diperintahkan TUHAN.

Jawab Hawa:
3:2 Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: "Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan,
3:3 tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati."

Firman ALLAH;
2:16 Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas,
2:17 tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati."

Ketika manusia menambahkan Firman TUHAN, sama saja dengan menguranginya. Karena hukum yang ditambah atau dikurangi dari yang sesungguhnya tetap saja memiliki nilai kurang yaitu tidak benar. Padahal sejak semula kebenaran yang dari ALLAH : bahwa IA memandang semua yang IA jadikan itu adalah baik. Tapi sejak manusia jatuh dalam dosa, ia mengapdopsi cara pandang IBLIS / persepektif IBLIS, yang melihat dari sisi kebalikannya. Hanya melihat kejelekannya saja, bukan kebaikannya.

Sebagai contoh:
Sering kali ketika hujan, yang pertama-tama keluar dari mulut kita adalah, yaaa kok hujan, aku bisa kebasahan ni, aku bisa kehujanan dll, dan bukannya justru bersyukur, karena hujan dibutuhkan oleh bumi kita untuk mengairi bumi dan membantu petani.

Demikian juga ketika panas terik, manusia cenderung mengeluh dan berteriak, panaas sekali ya... tanpa sedikitpun bersyukur bahwa setidaknya hari cerah, dan energi matahari dibutuhkan oleh kita dan juga tumbuhan dibumi, yang kita konsumsi dan makan sehari-hari, dll.

Kita sering menilai orang lain dari sisi buruknya saja, tanpa melihat sisi baiknya.  Dan itulah yang ALLAH ingin pulihkan dalam hidup kita. Pemulihan hubungan manusia dengan ALLAH dengan sesama adalah, tidak mencurigai ALLAH dan menawar-nawar FIRMANNYA tapi menerima dan menjalaninya sesuai yang IA kehedaki, serta belajar menghargai sesama dan bersinergi dengan sesama mahluk, karena kita diciptakan untuk saling melengkapi.

Memandang segala sesuatu dengan kaca mata KASIH KARUNIA, adalah memandang semua dari sisi pandang ALLAH. Melihat kebaikan dan kelebihan sesama, bukan kekurangannya. Karena manusia yang ALLAH ciptakan adalah baik dan sempurna dalam pandangan ALLAH sendiri, seperti IA sendiri katakan pada Kej1:31, sungguh amat baik.

Kesempurnaan manusia, adalah ketidak sempurnaannya; ketidak sempurnaan manusia adalah kesempurnaannya. Karena dalam ketidak sempurnaan kita itulah kita tau bahwa kita tidak mungkin bisa sempurna tanpa ada orang lain dan ALLAH dalam hidup kita. 
SEMPURNA yang sejati adalah saling melengkapi, saling bersinergi, 
dalam satu kesatuan yang solid sebagai TUBUH KRISTUS.
Amin!

By : CPSR – Renungan Harian “Bacaan Alkitab untuk Setahun”.